MANFAAT DAN KERUGIAN STRUKTUR FUNGSIONAL DAN STRUKTUR DIVISIONAL

Manfaat struktur fungsional

· Komunikasi dan jaringan keputusannya sederhana

· Mempertahankan tingkat pengendalian strategi pada tingkat manajemen puncak

· Dapat mendelegasikan keputusan operasional sehari-hari

· Menyederhanakan pelatihan spesialis fungsional

· Menyederhanakan pelatihan untuk para spesialis fungsional

· Mempermudah pengukuran output dan hasil dari setiap fungsi

Manfaat struktur divisional

· Mempunyai fleksibilitas pada struktur perusahaan

· Mempermudah koordinasi antar fungsi

· Dapat mempertahankan spesialisasi pada tiap divisi

· Membuka kesempatan karir

· Menimbulkan kompetisi didalam organisasi

Kerugian struktur fungsional dan struktur divisional

Kerugian struktur fungsional

· Menyebabkan spesialisasi yang sempit

· Mendorong timbulnya persaingan dan pertentangan antar fungsi

· Mengakibatkan sulitnya koordinasi diantara bidang-bidang fungsional

· Dapat menyebabkan tingginya biaya koordinasi antar fungsi

· Identifikasi karyawan dengan kelompok spesialis, sehingga membuat perubahan menjadi sulit

· Membatasi pengembangan keterampilan manajer yang lebih luas

Kerugian struktur divisional

· Mengakibatkan turunnya komunikasi antara spesialis fungsional

· Sangat potensial untuk ketidak konsekuenan antar divisi

· Biayanya relatif tinggi

Daftar Pustaka:

Hari Purnomo, Setiawan., Zulkieflimansyah. (1996). Manajemen Strategi: Sebuah Konsep Pengantar. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Abdul Mukhyi, Muhammad., Hadi Saputro, Imam. (1995). Pengantar Manajemen Umum. Depok: Gunadarma.

Tisnawati Sule, Ernie., Saefullah, Kurniawan. (2005). Pengantar Manajemen. Jakarta: Kencana.

Apa itu Manajemen dan Kepemimpinan?

MANAJEMEN!

Secara leksikal manajemen bisa di terjemahkan sebagai mengelola, kata dasar nya berasal dari bahasa inggrismanage. Kata manjement dalam bahsa inggris sendiri berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur.

Salah seorang ahli manajemen Ricky W.Griffin mendefinisikan manajmene sebagai :nsuatu proses untuk menyediakan sarana dan sumber daya, serta mempergunaknnya sedemikian rupa, sehingga berhasil mencapai sasaran atau tujuan dengan efektif (tepat) dan efisien (hemat).

Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementraa efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisasir, dan sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan.

Orang yang berwenang dan bertanggung jwab dalam menjalankan fungsi manajemen di sebut menajer. Jadi manajer adalah kata benda, berwujud orang yang berkuasa menjalankan tugas manjerial. Manajer juga sering diartikan sebagai seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengatur dan mengarahkan kegiatan-kegiatan mereka guna untuk mencapai tujuan.

Selain sebagai definisi, manajmene juga bisa berupa kata kerja dimana pengaruhnya bisa dirasakan. Misalnya kita sering berkata : manajemen tidak menyetujui usulan karyawan, manajemen perusahaan telah mengambil kebijaksanaan untuk merumahkan sebagai karyawan, dan sebagainya. Jadi manajemen disini adalah suatu kata kerja.

Apabila suatu organisasi perusahaan di pimpin oleh satu orang, menyebut manajemen sama artinya menyebut manajer. Namun, apabila suatu organisasi dipimpin oleh sekelompok orang, menyebut manajemen tidaklah sama dengan menyebut manajer.

Seseorang dapat saja menjalankan fungsi manajemen walaupun ia bukan seorang manajer, tetapi orang yang di sebut manajer selalu menjalankan fungsi manajemen. Jadi, kalau ada amanjer yang tidak menjalankan fungsi manajemen  berarti ia belum layak menjadi manajer.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli:

Menurut Mary Parker Follet Manajemen Adalah sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi

Menurut Ricky W. Griffin Manajemen Adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal

Menurut Drs. Oey Liang Lee Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

Fungsi manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:

1.       Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

2.       Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

3.       Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

Jenis – jenis manajemen

a.       Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah

b.       Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada    intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan

c.        Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi

d.       Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan

e.        Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.

KEPEMIMPINAN!

Kepemimpinan (leading) berarti menggunakan pengaruh untuk memotivasi karyawan guna mencapai tujuan – tujuan organisasional. Kepemimpinan berarti menciptakan nilai – nilai dan budaya bersama, mengomunikasikan tujuan – tujuan kepada karyawan di seluruh organisasi, dan menyuntikkan semangat untuk memperlihatkan kinerja tertinggi kepada karyawan.

Pakar kepemimpinan John Maxwell menggambarkan kepemimpinan sebagai kemampuan memeberi “pengaruh positif” kepada orang lain. beberapa orang mengatakan bahwa pemimpin sudah bakat memimpin sejak lahir, namum penelitian membuktikan bahwa hal itu salah. Pemimpin tidaklah dilahirkan, mereka menjadi pemimpin karena mereka belajar untuk memimpin.

Menjadi manajer tidak otomatis menjadikan anda sebagai pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat anada perolah melalui proses pelatihan dan latihan yang terus menerus. Seorang manajer harus menguasai kepemimpinan karena rahasia kesuksesan para manajer dalam mengantarkan kesuksesan bagi organisasinya ada pada kemampuan kepemimpinannya (memengaruhi orang lain).

Macam – Macam Gaya Kepemimpinan :

Gaya kepemimpinan otoriter atau otokrasi, artinya sangat memaksakan kehendak kekuasaannya kepada bawahan.

Gaya kepemimpinan demokratis, artinya bersikap tengah antara memaksakakan kehendak dan memberi kelonggaran kepada bawahan.

Gaya kepemimpinan laissez fasif, yakni sikap membebaskan bawahan.

Gaya kepemimpinan situasional, yakni suatu sikap yang lebih melihat situasi: kapan harus bersikap memaksa, kapan harus moderat, dan pada situasi apa pula pemimpin harus memberikan keleluasaan pada bawahan.

Berikut menurut beberapa ahli:

Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

Moejiono (2002)

memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

Dari berbagai definisi yang ada, maka dapat dikatakan bahwa Kepemimpinan adalah :

* Seni untuk menciptakan kesesuaian paham

* Bentuk persuasi dan inspirasi

* Kepribadian yang mempunyai pengaruh

* Tindakan dan perilaku

* Titik sentral proses kegiatan kelompok

* Hubungan kekuatan/kekuasaan

* Sarana pencapaian tujuan

* Hasil dari interaksi

* Peranan yang dipolakan

* Inisiasi struktur

Berbagai pandangan atau pendapat mengenai batasan atau definisi kepemimpinan di atas, memberikan gambaran bahwa kepemimpinan dilihat dari sudut pendekatan apapun mempunyai sifat universal dan merupakan suatu gejala sosial.

Contoh Kasus : Hartoyo sebagai Manajer

Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.

Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya kepada Drs. Abdul Hakim, AK, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul Halim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo) menyatakan, “dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu.”

Pertanyaan kasus : 

1.    Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh Hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya?

Jawab :

Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh hartoyo adalah gaya kepemimpinan otoriter, yaitu gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Pada gaya kepemimpinan otoriter ini, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya.

dal hal ini ada beberapa keuntungan dan kelemahan dari gaya kepemimpinan Hartoyo. Pertama keuntungannya pada diri Hartoyo sendiri dia dpt mengambil sikap secara langsung, kedua para bawahan Hartoyo tidak akan terlalu pusing dalam menentukan suatu hal karna sudah langsung dari Hartoyo. Kelemahannya adalah Hartoyo terlihat tidak demokratis dalam menentukan suatu sikap dan juga Hartoyo sendiri terlihat lebih mementingkan egonya diantara bawahan-bawahannya.

REFERENSI!

Armala.2013.Menjadi Manajer Itu Gampang. PT.Gramedia:Jakarta
Karjadi, M. 1981.  Kepemimpinan (leadership). Pelita, Bogor.
Kartono, Kartini. 2001. Pemimpinan dan Kepemimpinan. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
  
by: Tiara Nabilla(17512374)